Monday, January 4, 2016

Penebusan Dosa


Perkenalkan nama saya DIMAS JAYA Seorang GAY MAKASSAR atau Gay Sulawesi
NOMOR HP : 0822 9330 7922 Hanya suka OM - OM  DAN TIDAK LEBAY ATAU  NGODEK  tidak bencong :D

PIN BBM 5AB64D12 Hanya untuk OM-OM dan bapak bapak yang 30 kebawah tolong jangan di invite
Pijit Gay Makassar , Pijit gay sulawesi 


SAYA MANLY seperti laki-laki pada umumnya

Lengkap rasanya beberapa minggu terakhir setelah kisah cinta yang hacur, pertemanan berantakan, tesis berantakan dan jatuh sakit.  Apa yang saya bisa petik dari kisah ini ? bahwa kita harus hati hati dalam melatakkan hati kita pada seseorang baik itu sabagai pacar ataupun seorang teman. Karna itu akan menjalar kemana mana, hati yang sakit akan mempengaruhi gerak kita. Beberapa harii terakhir sebalum saya jatuh sakit saya hanya melakukan aktivitas saya di sekitar kasur saya, kalau di ingat-ingat betapa menyedihkanya aku ini. Malas bangun, malas makan, malas ngelakuin apa aja. Bahkan saya jujur sempat malas berfikir bagaimana kelanjutan hidup saya.

Jujur saja saya kalau meemikirkanya kembali betapa menyedihkanya saya waktu itu. Andaikan mesin waktu ada saya akan ke masa lalu dan memeluk diri dan menamparnya.

“Hey..... kamu harus kuat, lihat itu mama kamu keluarga kamu ? apa kamu rela melihat mereka besedih? Hanya gara-gara orang brensek yang tidak memiliki hati ? tolomg jangan begini terus.....”
Tanggal 23-28 desember 2015 gua mengurung diri di kamar, bapakku sudah sangat jengkel melihat perilaku ke kanak kanakkan ku ituu. Dia datang mengedor pintu, sesaat aku tak memperdulikanya. Bangun dari tempat tidurpun aku malas. Dia mengedornya semakin keras.

“Kalau kamu tidak mau membukanya aku akan dobrak pintu kamar kamu dimas....? anak macam apa kamu ini ?  ancam bapakku. Aku kaget mendengar reaksi bapak yang barusan itu. “

Dengan masih perasaan malas saya membuka pintu. Bapak pun masuk dan langsung menutup pintu. Aku menuju tempat tidur kembali dan tanpa sadar bapak menarik lengan saya dan membalikkan saya menghadap ke dia. Dia langsung memeluk saya. Saya cukup kaget melihat reaksi bapak tapi saya terlalu lelah untuk berfikir.

“Kamu ini gak sayang  ya sama bapak ? gak sayang sama keluarga kamu ? kenapa kamu begini ? kamu tidak pernah begini sebelumnya? Cerita sama bapak ? kamu ada apa ?” kira kira begitulah bapa tidak pernah berhenti berbicara.

Saya kemudian tersentak ketika ada air yang mengalir di pipi orang tua ini.  Dalam hati saya berteriak dalam hati “ apa yang sudah lakukan  pada diriku dan keluargaku ? kenapa kelakua ke kanak-kanakan ini saya lakukan ? saya membala pelukan hangat bapak dan berkata “ pak saya lapar, mama sepertinya masak enak” memang baunya tercium sampai ke kamar dan dalam pelukan aku merasakan senyuman bapak.

Kamipun menuju meja  makan dan makan bersama, saya tidak mau berbicara banyak dan mulai memakan makanan yang berada dimeja. 30 menit setelah makan siang saya langsung munta-munta dan sangat lemas. Malam itu saya dibawa ke rumah sakit.

No comments:

Post a Comment