Perkenalkan nama saya DIMAS JAYA Seorang GAY MAKASSAR atau Gay Sulawesi
NOMOR HP : 0822 9330 7922 Hanya suka OM - OM DAN TIDAK LEBAY ATAU NGODEK tidak bencong :D
PIN BBM 5AB64D12 Hanya untuk OM-OM dan bapak bapak yang 30 kebawah tolong jangan di invite
PIN BBM 5AB64D12 Hanya untuk OM-OM dan bapak bapak yang 30 kebawah tolong jangan di invite
Pijit Gay Makassar , Pijit gay sulawesi
Jujur saja saya kalau meemikirkanya kembali betapa menyedihkanya saya waktu
itu. Andaikan mesin waktu ada saya akan ke masa lalu dan memeluk diri dan
menamparnya.
“Hey..... kamu harus kuat, lihat itu mama kamu keluarga kamu ? apa kamu
rela melihat mereka besedih? Hanya gara-gara orang brensek yang tidak memiliki
hati ? tolomg jangan begini terus.....”
Tanggal 23-28 desember 2015 gua mengurung diri di kamar, bapakku sudah
sangat jengkel melihat perilaku ke kanak kanakkan ku ituu. Dia datang mengedor
pintu, sesaat aku tak memperdulikanya. Bangun dari tempat tidurpun aku malas.
Dia mengedornya semakin keras.
“Kalau kamu tidak mau membukanya aku akan dobrak pintu kamar kamu
dimas....? anak macam apa kamu ini ?
ancam bapakku. Aku kaget mendengar reaksi bapak yang barusan itu. “
Dengan masih perasaan malas saya membuka pintu. Bapak pun masuk dan
langsung menutup pintu. Aku menuju tempat tidur kembali dan tanpa sadar bapak
menarik lengan saya dan membalikkan saya menghadap ke dia. Dia langsung memeluk
saya. Saya cukup kaget melihat reaksi bapak tapi saya terlalu lelah untuk
berfikir.
“Kamu ini gak sayang ya sama bapak ?
gak sayang sama keluarga kamu ? kenapa kamu begini ? kamu tidak pernah begini
sebelumnya? Cerita sama bapak ? kamu ada apa ?” kira kira begitulah bapa tidak
pernah berhenti berbicara.
Saya kemudian tersentak ketika ada air yang mengalir di pipi orang tua
ini. Dalam hati saya berteriak dalam
hati “ apa yang sudah lakukan pada
diriku dan keluargaku ? kenapa kelakua ke kanak-kanakan ini saya lakukan ? saya
membala pelukan hangat bapak dan berkata “ pak saya lapar, mama sepertinya
masak enak” memang baunya tercium sampai ke kamar dan dalam pelukan aku
merasakan senyuman bapak.
Kamipun menuju meja makan dan makan
bersama, saya tidak mau berbicara banyak dan mulai memakan makanan yang berada
dimeja. 30 menit setelah makan siang saya langsung munta-munta dan sangat
lemas. Malam itu saya dibawa ke rumah sakit.
No comments:
Post a Comment