Pada suatu malam, di tengah kesibukan saya di rumah, saya tiba-tiba mendapat suatu Kesimpulan dari semua hubungan saya. Bercermin pada pengalaman dengan bapak sentani, dia kemudian bersabda :
............Mungkin memang benar! Tidak ada yang namanya 'Hubungan' dalam setiap hubungan percintaan non-heterosexual...............
Karena sejak usia muda setiap anak non-heterosexual sudah harus mengalamai patah hati ditolak oleh cinta pertama mereka dari lelaki yang bernama 'Ayah'.
Semakin kuat saya berusaha mendapatkan cinta dari lelaki itu, semakin terluka pula saya. Penolakan secara emosi dan fisik dari lelaki itu telah meninggalkan bekas cacar yang tak kunjung sembuh sampai sang anak dewasa.
Wajarlah kemudian dalam menjalani hubungan percintaan, tanpa saya sadari diam-diam saya masih terus berusaha untuk mendapatkan cinta dan pengakuan dari sang ayah dalam wujud lelaki lain. itulah kenyataan yang harus kita terima. bahwa kegagalan dalam sebuah hubungan Non Hetero adalah sebuah kepastian yang tinggal menunggu waktu. Sebagian besar mereka akan gagal menemukannya. Patah hati dan kekecewaan yang telah terakumulasi sekian lama akan membatukan hati. Mereka akan berhenti saat itu juga. Memilih 'pulang' atau mencoba untuk berdamai dengan keadaan walapun sebenarnya mereka hanya mendapatkan damai yang semu karena sesuatu yang pasti dia menyukai Pria itu dan hidup dalam kesendirian.
Sebagian kecil lagi akan terus berkelana. Dengan sisa harapan berharap masih bisa memberi makna pada sebuah kata yang bernama 'relationship.' Namun pada puncak kekecewaan, mereka mendapatkan dirinya seolah-olah berada di ujung jalan buntu tanpa ada pilihan jalan keluar.
Saat itu mau tak mau mereka akan Sakit hati dan akan berlagak seperti filsup bijaksana sembarangan mengambil kesimpulan :
" Tidak ada yang namanya 'Hubungan' dalam setiap hubungan percintaan non-heterosexual...............
Yang ada hanyalah keinginan yang mencapai titik frustrasi untuk dicintai dan untuk diterima oleh cinta pertamanya yang menguap seperti embun "
NEI